Selasa, 13 Agustus 2013

Isu dan Dampak Redenominasi Rupiah

Beberapa waktu yang lalu santer terdengar kabar Bank Indonesia ingin melakukan pemotongan nilai mata uang rupiah atau yg sering dekenal dengan istilah Redenominasi rupiah. Rencana BI ini pun mendapat restu dari Pemerintah Indonesia sehingga pemerintah pun merespon dengan membuat RUU(rancangan undang-undang) mengenai redenominasi yang segera dibahas di DPR. Menurut Wikipedia, Redenominasi adalah Penyederhanaan Nilai Mata Uang menjadi Lebih Kecil tanpa mengubah Nilai Tukarnya. Sedangkan redominasi adalah bentuk penyederhanaan nilai mata uang atau pecahan (denominasi) rupiah menjadi pecahan yang lebih kecil dengan cara mengurangi digit nol (0) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut.  

Redominasi ini tentu akan membawa dampak bagi masyarakat dalam hal pengetahuan tentang redenominasi ini sehingga pemerintah membutuhkan waktu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang redenominasi. Berbagai pertanyaan dipastikan akan muncul misalnya :
  1. Bagaimana simpanan uang di bank?
  2. bagaimana posisi dengan uang yang beredar sekarang?
  3. bagaimana dengan transaksi sehari-hari?apakah nilai uang yang saat ini akan dikonversi kenilai hasil redenominasi?
  4. mulai dari pecahan berapakah nilai mata uang akan diproduksi oleh BI?
  5. bagaimana langkah-langkah pemerintah untuk memberlakukan redenominasi ini?
Dampak redenominasi rupiah yang akan timbul nanti dipastikan tidak akan berpengaruh besar pada ekonomi mikro karena daya beli masyarakat tetap akan sama dan masyarakat tidak perlu panik dan trauma dengan kejadian masa lalu pada tahun 1959-1966 dimana pemerintah melakukan senering yakni dimana nilai uang dari Rp 500 dipotong menjadi Rp 50 dan uang Rp 1.000 dipotong menjadi Rp 100. Karena dari pengertian senering rupiah saja sudah jelas perbedaannya yaitu pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang, sementara tidak dilakukan pada harga-harga barang yang mengakibatkan daya beli masyarakt menurun. 

    Kementerian perdagangan akan merasakan dampak yang besar pada masa transisi nanti karena harus aktif dalam memantau penerapan pencantuman harga ganda sebelum kebijakan redenominasi.
    Jika kita bandingkan mata uang rupiah dengan mata uang negara lain sangat jauh perbedaannya. Di negara lain nominalnya kadang sangat kecil namun nilainya besar, misalkan saja mata uang Malaysia atau Singapura. Belum lagi mata uang dollar Amerika yang memiliki pecahan hingga $100 yang jika dirupiahkan sama dengan Rp.970.000 (kurs 9700). Yang artinya kita harus memnukar uang Rupiah sebanya 97 lembar uang Rp.100.000 untuk menukar 1 lembar uang pecahan $100.
    Mengenai Tahapan Redenominasi ini, pemerintah bersama BI telah menyepakati tahapannya sebagai berikut :
    Selain dampak secara umum adapun dampak yang dihadapi terhadap reksadana antara lain : 
    1. Dampak pada Kinerja.

    Memang secara langsung, redenominasi tidak berefek pada kinerja reksa dana mau itu jenisnya saham, campuran, pendapatan tetap ataupun pasar uang. Namun, jangan lupa kinerja dari aset dasar reksa dana ini yaitu saham dan obligasi terkadang bisa dipengaruhi oleh inflasi. Terutama inflasi yang naik karena penyebab yang tidak diperkirakan atau tidak diinginkan. Seperti yang disebutkan pada alinea sebelumnya, sistem yang tidak siap bisa memicu lonjakan biaya bagi perusahaan. Belum lagi pembulatan ke atas, misalnya harga barang tadinya Rp 9.500, setelah berlaku Rupiah baru, harusnya menjadi 9.5 namun dibulatkan menjadi 10. Dari 9.5 ke 10 telah terjadi inflasi “karena pembulatan” sebesar 5.3%

    Inflasi di atas jelas tidak diinginkan, dan sesuatu yang sifatnya demikian akan berdampak buruk pada perekonomian dan pada akhirnya berdampak buruk pada harga saham dan obligasi. Oleh karena itulah, suka disebutkan bahwa redenominasi harus dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil, inflasi terkendali dan pemerintah mampu mengendalikan harga. Semoga kasus Sapi, Bawang dan Cabe kali ini menjadi latihan yang bagus pemerintah untuk mengantisipasi kondisi serupa di masa mendatang.

     2. Dampak terhadap Operasional
    Secara operasional, maka fokusnya adalah lebih ke hal teknis. Karena hal teknis, maka sebaiknya penjelasan dengan menggunakan contoh.

    Katakan anda membeli suatu reksa dana pada tanggal 21 Maret 2013. Harga beli anda adalah 69,288.7029 (sebagai informasi sebagian besar bank kustodian menggunakan hingga 4 angka dibelakang koma, namun entah karena keterbatasan halaman atau apa, tampilan di koran2 hanya pada 2 angka dibelakang koma). Jumlah uang yang anda investasikan adalah Rp 1.000.000 dengan asumsi biaya pembelian 0%. Berdasarkan informasi di atas, maka unit yang anda peroleh adalah 1.000.000 dibagi 69,288.7029 = 14.432367 unit.
     sumber : http://tjanbudi1028pru.blogspot.com/2013/05/pengertian-redenominasi.html

    Dari sedikit ulasan dan dampak diatas alangkah baiknya pemerintah melakukan penguatan-penguatan ekonomi di negara ini selain juga menguapayakan sosialisasi yang tepat kepada seluruh masyarakat di negeri ini.  Demikian sharing sedikit dari saya terimakasih.




    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar